Apa itu strategi pertahanan dan keamanan ?. Ini merupakan pertanyaan
yang akan keluar dari pikiran pembaca apa bila melihat judul “Strategi
pertahanan dan Keamanan di Negara Maritim”. Pertama akan di jelaskan terlebih
dahulu apa pengertian daripada pertahanan, keamanan, dan Negara Maritim.
Pertahanan nasional adalah segala usaha untuk mempertahankan kedaulatan negara,
keutuhan wilayah sebuah negara dan keselamatan segenap bangsa dari ancaman dan
gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. Keamanan adalah keadaan bebas
dari bahaya. Istilah ini bisa digunakan dengan hubungan kepada kejahatan,
segala bentuk kecelakaan, dan lain-lain. Dan yang terakhir adalah pengertian
Negara Maritim yaitu Negara yg sebagian besar wilayahnya merupakan perairan,
maksudnya adalah negara yg luas daratanya lebih kecil dari pada luas Laut. Jadi
pengertian dari Strategi Pertahan dan Keamanan di Negara Maritim adalah
strategi untuk mempertahankan kedaulatan Negara, keutuhan wilayah sebuah Negara
serta keadaan bebas dari bahaya di Negara yang memiliki wilayah perairannya
lebih luas daripada wilayah daratnya.
Dalam hal ini pembagian Strategi Pertahan dan Keamanan di Negara Maritim
di bagi dalam 2 point-poitn besar yang memiliki penjelasan yang spesifik
tentang point-point tersebut. Berikut merupakan Strategi Pertahan dan Keamanan
di Negara Maritim.
1. Ketahanan Nasional di Laut.
Ketahanan Nasional dapat diatasi dengan baik oleh bangsa Indonesia,
maka tercapailah suatu keadaan yang dinamakan ketahanan nasional untuk
mencapai keadaan
tersebut, terdapat suatu pemahaman yang dinamakan "geostrategi"
secara umum, geostrategi
merupakan
upaya untuk memperkuat ketahanan diberbagai bidang yaitu bidang ideologi, politik, ekonomi,
sosial, budaya,
militer, kehidupan beragama dan pembangunan. Lingkungan laut atau maritim mempunyai lima dimensi strategi Militer yang saling
berhubungan meliputi :
a)
Dimensi
ekonomi.
Penggunaan
laut sebagai media
perhubungan, transportasi
dan
perdagangan
telah dimanfaatkan
sejak dahulu
hingga
sekarang,
dan
hampir 99,5 % pergerakan roda perekonomian di dunia adalah
melewati jalur laut, volume muatan
meningkat delapan kali sejak tahun 1945 dan kecenderungan semakin meningkat sampai sekarang. Telah
diyakini bahwa perdagangan lewat laut yang terpadat adalah
melalui Selat Malaka atau melalui jalur alternatif ALK1 1,11,111.
b)
Dimensi Politik. Perubahan
dimensi politik dari lingkungan
maritim berkembang
sangat tajam semenjak tahun 1970-an. Bagi sejumlah besar Negara pantai, khususnya
bagi dunia ketiga, perairan yang berbatasan dengan pantai memberikan prospek satu-
satunya untuk perluasan.
c)
Dimensi Hukum. Basis
dimensi hukum dalam lingkungan maritim adalah Konvensi
PBB tentang Hukum Laut 1nternasional (UNGLOS
1982). Kecenderungan dari penekanan
hukum di laut sekarang lebih banyak difokuskan pada masalah lingkungan hal
ini dapat berakibat pembatasan gerakan kapal dan mengurangi hak
Negara bendera,
disamping
itu
ada kebutuhan untuk penertiban lebih efektif atas rezim yang ada khususnya
yang berhubungan masalah perikanan dan perdagangan narkoba secara illegal.
d)
Dimensi Militer. Di laut dimensi militer selalu berkembang mengikuti perkembangan
teknologi, sehingga profesionalisme Angkatan Laut suatu Negara
selalu dikaitkan dengan
penguasaan dan
penggunaan teknologi yang
mutakhir. Filosofi Angkatan Laut adalah
"senjata yang diawaki", berbeda dengan filosofi "manusia yang dipersenjatai".
e)
Dimensi Fisik. Pemahaman
terhadap lingkungan fisik menyeluruh
dimana
kekuatan maritim akan beroperasi sangat penting, seperti kondisi
geografi, hidro oseanografi. Daerah Operasi kekuatan
maritim mulai dari perairan dalam laut
bebas (Blue
Waters) ke
perairan yang lebih dangkal (Green Waters) sampai ke perairan pedalaman,
muara dan sungai (Brown Waters).
Dari berbagai dimensi tersebut diatas apabila disinergikan
secara baik maka akan dapat menciptakan suatu kekuatan laut yang tangguh (sea power), dimana parameternya
mengarah pada tiga elemen
operasional yaitu unsur kekuatan militer (fighting
instruments), penggerak roda perekonomian di laut (merchant shipping) dan pangkalan atau pelabuhan (bases).
2.
Stabilitas Ketahanan Nasional
Setiap bangsa mempunyai cita- cita yang
luhur dan indah
yang
ingin dicapai yang lazim
dinamakan tujuan nasional. Dalam usaha mencapai tujuan nasional
tersebut setiap bangsa akan menghadapi tantangan, ancaman dan gangguan yang
harus ditangani. Untuk itu suatu bangsa harus mempunyai kekuatan, kemampuan, daya tahan
dan keuletan yang dinamakan ketahanan
nasional.
Adapun tujuan jangka panjang pembangunan
ketahanan
nasional
di wilayah
negara
maritim 1ndonesia antara lain adalah :
1.
Peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui
perluasan lapangan kerja dan kesempatan usaha di bidang maritim.
2.
Pengembangan program dan kegiatan yang mengarah kepada
peningkatan pemanfaatan secara optimal dan lestari sumber daya di wilayah pesisir dan pantai maritim.
3.
Peningkatan kemampuan peran serta masyarakat pantai dalam pelestarian lingkungan maritim.
4. Peningkatan pendidikan, latihan, riset dan pengembangan di wilayah pesisir dan lautan.
Semua negara maritim, sudah pasti memiliki kekuatan laut yang mampu melindungi kepentingan nasionalnya di laut. Dari catatan sejarah dapat dipahami bahwa tujuan setiap bangsa
membentuk Angkatan Laut,
pasti untuk memberdayakan
kekuatannya untuk melindungi kepentingan
nasionalnya
di laut.
Walaupun nenek moyang
kita
seorang pelaut,
sekalipun
geografis Nusantara memperlihatkan dua-pertiga adalah lautan, berbagai sumber daya alam yang
mendukung, tapi tanpa political will yang kuat maka 1ndonesia tidak akan memiliki kekuatan laut
untuk melindungi kepentingan dirinya sendiri, sehingga ketahanan nasional untuk membangkitkan kembali kejayaan 1ndonesia sebagai Negara Maritim akan sulit terwujud.
Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/
https://defensia.wordpress.com/about/
http://www.seotodidak.com/pengertian-negara-agraris.xhtml
http://www.slideshare.net/pjj_kemenkes/politik-strategi-pertahanan-keamanan