Selasa, 06 Oktober 2015

Startegi Pertahanan dan Keamanan di Negara Maritim


Apa itu strategi pertahanan dan keamanan ?. Ini merupakan pertanyaan yang akan keluar dari pikiran pembaca apa bila melihat judul “Strategi pertahanan dan Keamanan di Negara Maritim”. Pertama akan di jelaskan terlebih dahulu apa pengertian daripada pertahanan, keamanan, dan Negara Maritim. Pertahanan nasional adalah segala usaha untuk mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah sebuah negara dan keselamatan segenap bangsa dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. Keamanan adalah keadaan bebas dari bahaya. Istilah ini bisa digunakan dengan hubungan kepada kejahatan, segala bentuk kecelakaan, dan lain-lain. Dan yang terakhir adalah pengertian Negara Maritim yaitu Negara yg sebagian besar wilayahnya merupakan perairan, maksudnya adalah negara yg luas daratanya lebih kecil dari pada luas Laut. Jadi pengertian dari Strategi Pertahan dan Keamanan di Negara Maritim adalah strategi untuk mempertahankan kedaulatan Negara, keutuhan wilayah sebuah Negara serta keadaan bebas dari bahaya di Negara yang memiliki wilayah perairannya lebih luas daripada wilayah daratnya.


Dalam hal ini pembagian Strategi Pertahan dan Keamanan di Negara Maritim di bagi dalam 2 point-poitn besar yang memiliki penjelasan yang spesifik tentang point-point tersebut. Berikut merupakan Strategi Pertahan dan Keamanan di Negara Maritim.


1.      Ketahanan Nasional di Laut.


Ketahanan Nasional dapat diatasi dengan baik oleh bangsa Indonesia, maka tercapailah suatu keadaan yang dinamakan ketahanan nasional untuk mencapai keadaan tersebut, terdapat suatu pemahaman yang dinamakan "geostrategi" secara umum, geostrategi merupakan upaya untuk memperkuat ketahanan diberbagai bidang yaitu bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, militer, kehidupan beragama dan pembangunan. Lingkungan laut atau maritim mempunyai lima dimensi strategi Militer yang saling berhubungan meliputi :

a)      Dimensi ekonomi. Penggunaan  laut sebagai media perhubungan, transportasi  dan  perdagangan  telah dimanfaatkan sejak dahulu hingga sekarang, dan hampir 99,5 % pergerakan roda perekonomian di dunia adalah melewati jalur laut, volume muatan meningkat delapan kali sejak tahun 1945 dan kecenderungan semakin meningkat sampai sekarang. Telah diyakini bahwa perdagangan lewat laut yang terpadat adalah melalui Selat Malaka atau melalui jalur alternatif ALK1 1,11,111.



b)      Dimensi  Politik.  Perubahan  dimensi  politik  dari  lingkungan  maritim  berkembang sangat tajam semenjak tahun 1970-an. Bagi sejumlah besar Negara pantai, khususnya bagi dunia  ketiga,  perairan yang berbatasan dengan pantai memberikan prospek satu- satunya untuk perluasan.



c)      Dimensi Hukum. Basis dimensi hukum dalam lingkungan maritim adalah Konvensi PBB tentang Hukum Laut 1nternasional (UNGLOS 1982). Kecenderungan dari penekanan hukum di laut sekarang lebih banyak difokuskan pada masalah lingkungan hal ini dapat berakibat pembatasan gerakan kapal dan mengurangi hak Negara bendera, disamping itu ada kebutuhan untuk penertiban lebih efektif atas rezim yang ada khususnya yang berhubungan masalah perikanan dan perdagangan narkoba secara illegal.



d)      Dimensi Militer. Di laut dimensi militer selalu berkembang mengikuti perkembangan teknologi, sehingga profesionalisme Angkatan Laut suatu Negara selalu dikaitkan dengan penguasaan dan penggunaan teknologi yang mutakhir. Filosofi Angkatan Laut adalah "senjata yang diawaki", berbeda dengan filosofi "manusia yang dipersenjatai".



e)      Dimensi Fisik. Pemahaman terhadap lingkungan fisik menyeluruh dimana kekuatan maritim akan beroperasi sangat penting, seperti kondisi geografi, hidro oseanografi. Daerah Operasi kekuatan maritim mulai dari perairan dalam laut bebas (Blue Waters) ke perairan yang lebih dangkal (Green Waters) sampai ke perairan pedalaman, muara dan sungai (Brown Waters).


Dari berbagai dimensi tersebut diatas apabila disinergikan secara baik maka akan dapat menciptakan suatu kekuatan laut yang tangguh (sea power), dimana parameternya mengarah pada  tiga  elemen  operasional  yaitu  unsur kekuatan militer (fighting instruments), penggerak roda perekonomian di laut (merchant shipping) dan pangkalan atau pelabuhan (bases).



2.      Stabilitas Ketahanan Nasional

Setiap bangsa mempunyai cita- cita yang luhur dan indah yang ingin dicapai yang lazim dinamakan tujuan nasional. Dalam usaha mencapai tujuan nasional tersebut setiap bangsa akan menghadapi tantangan, ancaman dan gangguan yang harus ditangani. Untuk itu suatu bangsa harus mempunyai kekuatan, kemampuan, daya tahan dan keuletan yang dinamakan ketahanan nasional.

Adapun  tujuan  jangka  panjang  pembangunan  ketahanan  nasional  di  wilayah  negara maritim 1ndonesia antara lain adalah :

1.      Peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui perluasan lapangan kerja dan kesempatan usaha di bidang maritim.

2.      Pengembangan program dan kegiatan yang mengarah kepada peningkatan pemanfaatan secara optimal dan lestari sumber daya di wilayah pesisir dan pantai maritim.

3.      Peningkatan kemampuan peran serta masyarakat pantai dalam pelestarian lingkungan maritim.

4.      Peningkatan pendidikan, latihan, riset dan pengembangan di wilayah pesisir dan lautan.

Semua negara maritim, sudah pasti memiliki kekuatan laut yang mampu melindungi kepentingan nasionalnya di laut. Dari catatan sejarah dapat dipahami bahwa tujuan setiap bangsa membentuk   Angkatan   Laut,   pasti   untuk   memberdayakan  kekuatannya   untuk   melindungi kepentingan  nasionalnya  di  laut. Walaupun  nenek  moyang  kita  seorang  pelaut, sekalipun geografis Nusantara memperlihatkan dua-pertiga adalah lautan, berbagai sumber daya alam yang mendukung, tapi tanpa political will yang kuat maka 1ndonesia tidak akan memiliki kekuatan laut untuk melindungi kepentingan dirinya sendiri, sehingga ketahanan nasional untuk membangkitkan kembali kejayaan 1ndonesia sebagai Negara Maritim akan sulit terwujud.


Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/
https://defensia.wordpress.com/about/
http://www.seotodidak.com/pengertian-negara-agraris.xhtml
http://www.slideshare.net/pjj_kemenkes/politik-strategi-pertahanan-keamanan